Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts

Selamat Tahun Baru 1430 H


Tahun Baru Hijriyah di indonesia tidaklah tidak se-meriah tahun baru masehi, entah mengapa demikian, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Besar kemungkinan karena islam tidak menganjurkan untuk berpoya-poya dan hura-hura kepada umatnya sehingga perayaan tahun baru hijriyah terkesan tidak semeriah tahun baru masehi. Tahun baru hijriyah lebih dianjurkan sebagai momentum untuk instrospeksi diri, artinya mengkoreksi diri menuju hidup yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.




Selamat Hari Ibu


“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia…”
Lagu ini begitu familiar dan selalu kita lantunkan di masa kecil, dan lagu ini masih saja tetap dinyanyikan hingga kini.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Betapa pepatah ini melukiskan begitu dalamnya cinta dan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya, tak berbatas waktu. Cintai dan hormati ibu kita dalam kondisi apapun juga.

Happy Mother's day, 22 Desember 2008.
I love you, Mom! You’re the best…




Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku…

Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu?

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban
dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa
tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi
caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
kelahiranmu adalah seperti
menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga


Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan
ke luar ke dunia sangat ibu rasakan Dan
saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum
diantara peluh dan erangan rasa sakit, Yang tak
pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah
dunia Saat itulah…
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang
merah, Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah

Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu, Karena
dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan
tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat
berharga Merasakan kehangatan bibir dan
badanmu didada ibu dalam kantuk ibu, Adalah sebuah
rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
rapat Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan
puzzle Maka ibu memilih bermain puzzle
denganmu Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan
merana Maka maafkanlah

nak…

Maafkan ibu…
Maafkan ibu…

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle
kehidupan kita, Agar tidak ada satu kepingpun
bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

source : Dadung Eksponen Community